Palembang – Berawal dari potensi sederhana yang selama ini sudah berjalan di tengah masyarakat, Kecamatan Ilir Timur II (IT II) Kota Palembang melahirkan sebuah inovasi yang mengedepankan pemberdayaan Linmas untuk menjaga keamanan sekaligus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi bencana.
(13-8-2026)
Inovasi tersebut diberi nama Linmas (Lintas Pakam Sigap Bencana). Program ini terinspirasi dari praktik yang telah berjalan di salah satu kelurahan di wilayah IT II, yakni Kelurahan 2 Ilir, dengan melibatkan anggota Linmas bersama ketua RT dan RW untuk melakukan patroli lingkungan pada malam akhir pekan.
Camat Ilir Timur II Kota Palembang, Arya Andriana, S.STP., M.M., mengatakan, gagasan tersebut muncul ketika dirinya melakukan monitoring ke sejumlah kelurahan untuk melihat potensi yang dapat dikembangkan menjadi inovasi tanpa harus bergantung pada penggunaan aplikasi maupun anggaran besar.
“Ketika saya berkeliling melakukan monitoring, saya melihat ada potensi yang sebenarnya sudah dimiliki masyarakat. Di Kelurahan 2 Ilir, Linmas diberdayakan bersama RT dan RW untuk melakukan patroli setiap malam Sabtu dan Minggu. Saya berpikir, kenapa tidak kegiatan yang sudah berjalan dan bermanfaat ini kita angkat menjadi sebuah inovasi,” ujar Arya.
Menurutnya, sebuah inovasi tidak selalu harus berbentuk teknologi canggih atau membutuhkan anggaran besar. Justru, inovasi yang lahir dari kebutuhan masyarakat dan mampu melibatkan banyak pihak dinilai memiliki manfaat yang lebih nyata.
Arya menjelaskan, terdapat tiga unsur penting yang menjadi dasar pengembangan Linmas Lintas Pakam Sigap Bencana, yakni melibatkan banyak pihak, memberikan manfaat bagi masyarakat luas, serta dapat dilaksanakan secara berkelanjutan.
“Menurut saya, inovasi itu tidak harus besar. Yang penting melibatkan banyak pihak, bermanfaat untuk orang banyak dan berkelanjutan. Linmas ini sudah memenuhi tiga unsur tersebut. Anggota Linmas ada, RT dan RW ada, tinggal kita gerakkan dan kita tularkan ke kelurahan lainnya,” jelasnya.
Saat ini, penerapan inovasi tersebut mulai dikembangkan di sejumlah kelurahan dan ke depan ditargetkan dapat diterapkan secara menyeluruh di wilayah Kecamatan Ilir Timur II.
Tidak hanya berfungsi menjaga ketenteraman dan ketertiban masyarakat, Linmas Lintas Pakam juga diarahkan menjadi bagian dari sistem kewaspadaan dini terhadap berbagai potensi gangguan keamanan maupun bencana.
Patroli lingkungan dapat membantu mendeteksi lebih cepat adanya potensi pencurian, gangguan keamanan, tindakan asusila maupun persoalan sosial lainnya. Di sisi lain, keberadaan Linmas yang aktif pada malam hari juga dapat menjadi mata dan telinga masyarakat dalam mendeteksi potensi kebakaran maupun kondisi darurat lainnya.
“Kalau ada kejadian seperti pencurian atau gangguan keamanan, bisa lebih cepat terpantau. Begitu juga kalau terjadi kebakaran pada malam hari, masyarakat bisa lebih cepat mengetahui dan mengambil tindakan awal. Kalau api bisa segera ditangani oleh warga, tentu dampaknya bisa diminimalkan dan tidak selalu harus menunggu Damkar datang,” katanya.
Arya menilai, pola pemberdayaan tersebut juga sejalan dengan program Pemerintah Kota Palembang dalam memperkuat kesiapsiagaan masyarakat menghadapi bencana. Dengan keterlibatan masyarakat sejak dari tingkat lingkungan, respons terhadap kondisi darurat diharapkan menjadi lebih cepat.
“Ini juga bisa men-support program Pak Wali dalam hal siaga bencana. Intinya bagaimana Linmas kita berdayakan, bukan hanya untuk keamanan dan ketertiban, tetapi juga untuk membantu masyarakat menghadapi potensi bencana,” ungkapnya.
Lebih jauh, Arya berharap Linmas Lintas Pakam Sigap Bencana dapat diterapkan di seluruh kelurahan di Kecamatan Ilir Timur II dan selanjutnya menjadi contoh yang dapat direplikasi oleh kecamatan lainnya di Kota Palembang.
Ia juga mengajak seluruh jajaran dan masyarakat untuk tidak ragu melahirkan inovasi dari potensi yang ada di lingkungan masing-masing.
“Saya mohon dukungan kawan-kawan untuk membantu menyosialisasikan inovasi ini. Mudah-mudahan bisa menjadi motivasi bagi yang lain untuk membuat inovasi dan mereplikasi program ini. Karena menurut saya, inovasi ini mudah diaplikasikan. Setiap kelurahan memiliki Linmas, tinggal bagaimana kita menggerakkan dan memberdayakannya,” pungkas Arya.
Dengan konsep sederhana namun memiliki manfaat luas, Linmas Lintas Pakam Sigap Bencana diharapkan mampu menjadi kekuatan berbasis masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang lebih aman, tertib sekaligus tanggap terhadap bencana di Kota Palembang. (Rina)
