Berziarah ke Makam KH. Abdul Malik Tadjuddin — “Ulama Pejuang dan Sang Pendidik yang Bersahaja”

Palembang, iGlobalNews.id – Rangkaian Rundown Ziarah Masyayikh Pondok Pesantren Al-Lathifiiyah Palembang berlangsung khidmat dan penuh keberkahan. Kegiatan ziarah ke makam para ulama di Palembang Darussalam tersebut dilaksanakan pada Senin (16/2/2026), sejak pagi hingga sore hari, dengan agenda yang telah tersusun rapi.

Adapun para ulama yang menjadi tujuan ziarah di antaranya:

  • KH. Zawawi Izhom
  • Sultan Mahmud Badaruddin
  • KH. Zen Syukri
  • KH. Rasyid Siddiq
  • KH. Abdul Malik Tadjuddin
  • KH. Marogan

Pada sore hari, awak media iGlobalNews.id melakukan peliputan langsung di kompleks pemakaman KH. Abdul Malik Tadjuddin. Tepat pukul 14.40 WIB hingga 15.30 WIB, ratusan santri Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur’an Al-Lathifiiyah melaksanakan ziarah yang dipimpin oleh Ustadzah Hj. Lailatul Mu’jizati.

Kegiatan ziarah diisi dengan pembacaan Surah Yasin oleh Sdri. Faaizah, dilanjutkan doa yang dipimpin Sdri. Fatimah. Suasana berlangsung khusyuk di area makam yang tampak asri, bersih, dan tertata rapi. Lokasi pemakaman berada di Jalan KH. M. Asyik, depan Pasar 3–4 Ulu, kompleks pemakaman Ungkonan Kgs. Haji Nang Lenggok, Palembang Darussalam.

Dalam wawancara bersama awak media, Ustadzah Hj. Lailatul Mu’jizati menyampaikan bahwa ziarah kubur merupakan tradisi spiritual penting dalam Islam, terlebih menjelang bulan suci Ramadhan.

“Ziarah kubur menjadi salah satu tradisi spiritual yang sangat penting. Dengan berziarah, seseorang dapat kembali mengingat kenangan bersama orang tua, keluarga, maupun para ulama yang telah wafat,” tuturnya.

Ia menambahkan bahwa ziarah juga menjadi bentuk penghormatan kepada para ulama pejuang dan pendidik yang bersahaja, termasuk KH. Abdul Malik Tadjuddin, yang lahir pada tahun 1918 dan wafat pada tahun 2000.

Menurutnya, selain penghormatan, ziarah kubur adalah momentum refleksi diri bahwa kehidupan dunia bersifat sementara. Menjelang Ramadhan, makna ziarah menjadi semakin mendalam karena bulan suci dikenal penuh keberkahan serta kesempatan meraih ampunan Allah SWT.

Sementara itu, putra sulung almarhum, Ir. Ahmad Dailami, yang akrab disapa Kak Dai, menyampaikan rasa haru dan terima kasih atas terselenggaranya ziarah tersebut.

Ia mengungkapkan apresiasi kepada rombongan Ponpes Al-Lathifiiyah dan ratusan santri STIQ Al-Lathifiiyah yang telah berziarah ke makam ayahandanya.

“Mohon maaf lahir dan batin serta selamat menunaikan ibadah puasa Ramadhan 1447 H,” ucapnya dengan wajah gembira sembari menahan keharuan.

Kegiatan ziarah ini diharapkan dapat terus mempererat silaturahmi, meneladani perjuangan para ulama, serta memperkuat nilai-nilai spiritual santri dalam menyambut bulan suci Ramadhan.

(Pewarta: Mr. Wancik AN. BE — KaBiro Palembang / Wakaperwil Sumsel / Anggota PWI Sumsel & PWI Pusat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *