Perbati Sumsel Bidik Panggung Dunia, 250 Petinju dari Enam Provinsi Adu Prestasi di Palembang

Palembang – Dari ring tinju di Palembang, harapan besar untuk melahirkan petinju berprestasi kembali digaungkan. Persatuan Tinju Indonesia (Perbati) Sumatera Selatan resmi melantik kepengurusan periode 2026–2030, Sabtu (10/10/2026), sekaligus menggelar kejuaraan yang diikuti sekitar 250 atlet dari berbagai daerah di Indonesia.

Bertempat di Aula SMK Negeri 2 Palembang, kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat pembinaan atlet sekaligus membuka peluang bagi petinju muda menunjukkan kemampuan terbaiknya. Peserta datang dari Sumatera Selatan, Maluku, Lampung, Jambi, Bengkulu, hingga Banten.

Di antara para petinju yang bertanding, perhatian Wakil Gubernur Sumatera Selatan tertuju pada seorang anak berbaju biru yang dinilainya memiliki teknik tinju cukup baik. Penampilan tersebut menjadi gambaran bahwa bibit atlet potensial dapat tumbuh sejak usia dini apabila mendapat kesempatan dan pembinaan yang tepat.

“Cara-cara tinjunya sudah hampir mirip. Ini harus terus dikembangkan dan dijalankan, supaya petinju di Sumatera Selatan ada yang bisa mewakili Sumatera Selatan,” ujarnya.

Pesan tersebut menegaskan pentingnya memberikan ruang kepada atlet muda untuk berkembang. Bakat saja tidak cukup, tetapi harus diperkuat melalui latihan rutin, pendampingan pelatih, serta kompetisi yang berkesinambungan.

Ketua Umum Perbati Sumsel, Fajar Febriansyah, mengatakan pelantikan yang dirangkaikan dengan kejuaraan merupakan langkah untuk membangun organisasi tinju yang lebih terbuka dan dekat dengan masyarakat.

“Antusiasme masyarakat terhadap olahraga tinju ini kami nilai sangat luar biasa. Ke depan, kami berharap Perbati bisa menjadi wadah organisasi tinju yang lebih inklusif dan lebih memasyarakat,” kata Fajar.

Menurutnya, kejuaraan lintas provinsi ini bukan sekadar ajang menguji kemampuan, melainkan juga sarana membangun mental bertanding dan mempersiapkan atlet menghadapi kompetisi yang lebih tinggi.

Perbati Sumsel juga berharap pemerintah provinsi serta pemerintah kabupaten dan kota memberikan dukungan terhadap pembinaan dan penyelenggaraan kejuaraan secara berjenjang.

“Kami berharap pemerintah provinsi dan kabupaten/kota dapat mendukung kegiatan kompetisi Perbati. Dari kompetisi yang berkelanjutan, kita ingin melahirkan atlet-atlet berprestasi yang nantinya bisa dikirim ke kejuaraan nasional, bahkan Asian Games dan Olimpiade,” tegasnya.

Di tengah kondisi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Fajar turut mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan selama beraktivitas. Masyarakat diimbau memperhatikan kondisi kualitas udara dan menggunakan masker apabila diperlukan.

Ia berharap kejuaraan tinju dapat digelar secara berkesinambungan, tidak hanya di Palembang, tetapi juga di berbagai kabupaten dan kota di Sumatera Selatan. Dengan semakin luasnya kesempatan bertanding, potensi atlet daerah diharapkan dapat terjaring dan berkembang secara optimal.

Pelantikan pengurus Perbati Sumsel periode 2026–2030 dibuka oleh Ketua Umum Perbati, Ray Zulham Farras Nugraha, melalui pesan yang ditayangkan pada videotron.

Kepengurusan baru ini dipimpin Fajar Febriansyah sebagai ketua umum, didampingi Kuanto sebagai sekretaris, Ihsan Fajri sebagai ketua harian, dan Ferdian T. sebagai bendahara.

Melalui kepengurusan baru dan kompetisi yang melibatkan atlet dari berbagai provinsi, Perbati Sumsel diharapkan mampu membangun fondasi pembinaan yang kuat. Sebab, di balik setiap pertandingan, ada mimpi seorang atlet yang ingin berkembang, mengukir prestasi, dan suatu hari membawa nama Sumatera Selatan hingga ke panggung dunia. (Rina)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *