HADAPI KABUT ASAP, SMAN 2 LAHAT TERAPKAN TATAP MUKA TERBATAS DAN WAJIBKAN MASKER

LAHAT, –iGlobalnews.id – Menyikapi memburuknya kualitas udara akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), SMAN 2 Lahat, Sumatera Selatan,mulai menerapkan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas dan mewajibkan seluruh siswa-siswi menggunakan masker, baik di dalam maupun di luar sekolah. Kebijakan ini berlaku mulai Kamis, 10 September 2026.

“Ikuti Surat Edaran Dinas Pendidikan Provinsi”.

Kepala SMAN 2 Lahat, Dr. Tri Turnadi, mengatakan pihak sekolah telah menerima,Surat Edaran dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sumatera Selatan, terkait penyesuaian kegiatan belajar mengajar akibat dampak asap.

“Dalam SE tersebut, Dinas Pendidikan memberikan 3 opsi kebijakan. Pertama tatap muka penuh, kedua tatap muka terbatas, dan ketiga Pembelajaran Jarak Jauh atau PJJ,” jelas Kepsek.

“Jam Pulang Dimajukan 2 Jam Lebih Awal”.

Menindaklanjuti SE tersebut, SMAN 2 Lahat memilih menerapkan skema tatap muka terbatas.

“Yakni dengan pengurangan jam pelajaran. Sebelumnya jam 07.00 WIB masuk dan pulang 15.40 WIB. Sekarang masuk tetap 07.00 WIB dan pulang dimajukan menjadi 13.35 WIB,” katanya.

Dr. Tri Turnadi juga menjelaskan, jika

Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU), di Kabupaten Lahat berada di angka di atas 200 atau kategori berbahaya, maka sekolah akan beralih ke pembelajaran daring/PJJ.

“Untuk saat ini Kabupaten Lahat masih dalam kategori yang memungkinkan tatap muka terbatas. Kami juga menghimbau kepada seluruh warga sekolah karena kondisi udara kurang sehat, maka wajib memakai masker,” jelasnya.

“Himbau Siswa Kurangi Aktivitas di Luar Rumah”.

Pihak sekolah juga mengimbau para siswa untuk mengurangi aktivitas di luar rumah setelah pulang sekolah.

“Kami segenap guru SMAN 2 Lahat menghimbau seluruh siswa-siswi agar mengurangi aktivitas di luar sekolah atau di rumah. Setelah pulang sekolah diharapkan langsung di dalam rumah saja, mengingat kondisi udara saat ini kurang baik,” imbaunya.

Ia berharap kondisi ini segera membaik.

“Harapan kami mudah-mudahan segera turun hujan, sehingga kondisi udara kita lebih baik lagi. Karena dengan hujan, mudah-mudahan api di lahan-lahan hutan yang terbakar bisa padam,” harapnya.

Pewarta: Tim Sumsel http://iGlobalnews.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *