Palembang – Organisasi Masyarakat (Ormas) Harimau Sumatera Bersatu (HSB) resmi mendeklarasikan kepengurusan periode 2026–2031 dalam acara Deklarasi Akbar yang digelar di Hotel Aryaduta Palembang, Rabu (8/7/2026). Kegiatan ini dihadiri jajaran dewan pembina, dewan pendiri, pengurus dari berbagai daerah, unsur Forkopimda, tokoh masyarakat, tokoh adat, organisasi kemasyarakatan, serta perwakilan pemerintah.
Pada kesempatan tersebut, pengurus HSB dari sekitar delapan kabupaten/kota di Sumatera Selatan turut dikukuhkan sebagai bagian dari penguatan struktur organisasi yang diharapkan mampu menjadi wadah persatuan, kontrol sosial, dan pengabdian kepada masyarakat.
Dewan Pembina HSB Sumatera Selatan yang juga mantan Ketua Persatuan Jaksa Indonesia (PJI) Sumatera Selatan, Nazaruddin, SH, mengatakan dirinya hadir sebagai Dewan Pembina untuk memberikan arahan agar organisasi mampu berkembang secara maksimal di bawah kepemimpinan Ketua Umum H. Satria Amri Ramadhan.
“Sebagai pembina, harapan saya Harimau Sumatera ini dipimpin dengan baik sehingga mampu berjalan maksimal, memperhatikan kepentingan masyarakat, serta menjalin kerja sama dengan pemerintah daerah. Yang paling penting, organisasi ini jangan menjadi pemecah belah, tetapi menjadi pemersatu dengan organisasi-organisasi lain di Sumatera Selatan,” ujar Nazaruddin.
Ia juga berpesan kepada seluruh pengurus yang baru dilantik agar menjaga kekompakan dan menjalankan amanah organisasi secara disiplin, transparan, serta menjunjung tinggi soliditas organisasi. Menurut Nazaruddin, HSB juga harus mampu menjalankan fungsi kontrol sosial secara objektif.
“Organisasi ini murni dibangun dari para anggotanya. Tidak ada dukungan pemerintah dalam pembentukannya. Karena itu, kekuatan organisasi terletak pada kekompakan dan kerja keras seluruh kader. Kalau ada kebijakan yang kurang memperhatikan kepentingan masyarakat, tentu kita akan memberikan masukan. Harimau Sumatera hadir sebagai mitra yang memberikan kritik dan saran secara konstruktif demi kepentingan masyarakat,” tambahnya.
Sementara itu, Dalam sambutannya, Dewan Pembina HSB Firdaus Hasbullah mengatakan Harimau Sumatera Bersatu dibangun dengan filosofi kekuatan, kewibawaan, dan kecintaan terhadap tanah air. Menurutnya, organisasi harus hadir sebagai kontrol sosial yang mengawal kepentingan masyarakat secara santun, objektif, dan berdasarkan data.
“Harimau bukan preman. Harimau adalah kontrol sosial. Jika ada kebijakan yang tidak berpihak kepada rakyat atau ada hak masyarakat yang terabaikan, sampaikan dengan data dan fakta. HSB juga harus menjadi pemersatu di tengah keberagaman serta menjaga keutuhan NKRI,” tegas Firdaus.
Firdaus juga mendorong seluruh kader untuk memperbanyak aksi nyata melalui kegiatan sosial, pendampingan masyarakat, pemberantasan narkoba, hingga membantu warga yang terdampak bencana sehingga kehadiran HSB benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Sementara itu, Ketua Umum DPP Harimau Sumatera Bersatu, H. Satria Amri Ramadhan, S.IP., M.M., menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya Deklarasi Akbar HSB periode 2026–2031.
Menurutnya, HSB dibentuk sebagai wadah kolaborasi untuk menjaga persatuan serta mendukung terciptanya keamanan dan ketertiban di Sumatera Selatan.
“Kami memohon dukungan dari pemerintah, TNI, Polri, organisasi kemasyarakatan, dan seluruh elemen masyarakat agar bersama-sama menjaga kedamaian dan persatuan di Sumatera Selatan,” ujar Satria Amri.
Ia berharap seluruh pengurus yang telah dikukuhkan dapat menjalankan amanah organisasi dengan penuh tanggung jawab serta menghadirkan program-program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Di kesempatan yang sama, Ketua HSB Kota Palembang, Bild Yawenda Puspa Negara, S.H., mengatakan pihaknya siap menjalankan visi dan misi organisasi melalui program-program sosial yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat serta memperkuat sinergi dengan pemerintah dan seluruh elemen masyarakat.
“Momentum deklarasi ini menjadi awal untuk memperkuat soliditas organisasi. Kami siap menjadi mitra strategis pemerintah, menjaga persatuan, serta menghadirkan kegiatan yang memberikan manfaat bagi masyarakat Kota Palembang,” ujar Bild.
Menurutnya, HSB Kota Palembang akan memperkuat konsolidasi organisasi hingga ke tingkat kecamatan, memperluas kolaborasi dengan berbagai organisasi kemasyarakatan dan tokoh masyarakat, serta berkomitmen mendukung pembangunan dan menjaga kondusivitas daerah.
Deklarasi Akbar Harimau Sumatera Bersatu periode 2026–2031 diharapkan menjadi langkah awal memperkuat sinergi antara organisasi masyarakat, pemerintah, TNI, Polri, dan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga persatuan, meningkatkan kepedulian sosial, serta mendorong pembangunan yang berorientasi pada kepentingan masyarakat di Sumatera Selatan. (Rina)
