Jakarta, Iglobalnews.id-Hari Kebangkitan Nasional bukan sekadar peringatan seremonial tahunan. Di dalamnya terkandung pesan mendalam tentang perjuangan para pendahulu bangsa yang sarat dengan darah, keringat, dan air mata demi memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.
Peristiwa lahirnya semangat kebangkitan nasional menjadi titik penting dalam sejarah perjuangan bangsa di tengah pergolakan ekonomi, sosial, budaya, dan politik kala itu. Semangat persatuan yang dibangun para pejuang menjadi fondasi lahirnya Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Namun di era sekarang, makna “kebangkitan” tidak lagi hanya dimaknai sebagai perjuangan melawan penjajah. Kebangkitan hari ini adalah bagaimana bangsa Indonesia mampu bangkit dari berbagai persoalan sosial yang masih membelenggu kehidupan masyarakat, seperti kemiskinan, pengangguran, ketertinggalan pendidikan, hingga perpecahan sosial.
Di usia ke-81 tahun, Indonesia masih terus berupaya bangkit dari berbagai patologi sosial yang seolah ingin menempatkan bangsa ini dalam keadaan terpuruk. Tantangan yang dihadapi semakin kompleks, mulai dari kemunduran demokrasi, melemahnya kepercayaan masyarakat terhadap pemangku kebijakan, krisis kualitas sumber daya manusia, pengelolaan sumber daya alam yang belum optimal, hingga gejolak sosial yang terus terjadi dari waktu ke waktu.
Berbagai persoalan tersebut pada akhirnya membuat kata “kebangkitan” menjadi relevan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat. Kebangkitan bukan hanya tugas negara, tetapi juga tanggung jawab setiap individu untuk terus bertahan, memperbaiki diri, dan menjaga harapan di tengah berbagai tekanan kehidupan.
Momentum Hari Kebangkitan Nasional seharusnya menjadi pengingat bahwa bangsa yang besar bukan bangsa yang bebas dari masalah, melainkan bangsa yang tidak pernah berhenti bangkit menghadapi tantangan zaman
