Jakarta, Iglobalnews.id-Ditengah arus transformasi global yang sangat pesat, Indonesia masih mengalami krisis kepercayaan masyarakat terhadap negara terutama dalam mencerdaskan dan mendidik generasi.
Bukan karena kurangnya lembaga pedidikan atau minimnya sarana prasarana namun karena adanya berbagai macam upaya negara untuk melemahkan posisi pendidikan hingga taraf yang paling rendah.
Sejak zaman pra reformasi indonesia sering kali diperhadapakan dan diperlakukan dengan berbagai macam praktik pembodohan. Lewat cara yang tidak manusiawi kerap kali negara yang pernah menjajajah Indonesia mengfungsikan beragam pola untuk mengeksploitasi sumber daya manusia.
Pemberlakuan pola pendidikan yang dengan sarat negara jajahan adalah sebuah penghilangan terhadap kepercayaan diri bangsa dalam memfasilitasi masyarakatnya terlebih kusus di sektor pendidikan.
Praktik yang demikian dialami oleh Bangsa Indonesia mulai zaman penjajah hingga masih terasa sampai detik ini, menjadi alat refleksi mendalam bagi Negara terutama pada aspek peningkatan dan mutuhnya kualitas pendidikan di Indonesia.
Banyak kasus lewat pemberitaan di media sosial acap kali masyarakat indonesia lebih kusus di daerah-daerah tepencil atau pelosok bahkan juga kerap terjadi wilayah perkotaan populasi yang tidak menempuh pendidikan sangat banyak.
Negara hadir, seperti yang termaktub dalam Undang-Undang Dasar 1945 wajib untuk “mencerdaskan bangsa” melalui kebijakan serta pengaturan regulasi sehingga dapat membuka ruang akses ke pendidikan yang bersifat merata bukan berdasarkan taraf ekonominya.
Kekawatiran jaminan pendidikan pada generasi hari ini, bukan disebabkaan oleh hilangnya minat masuk ke lembaga pendidikan tetapi lebih dari itu adalah akses yang sengajah ditutup dqn dipersempit oleh negara untuk mencerdaskan bangsanya sendiri.
Perhari ini kadang kala kita sering mengalami kebingungan besar terhadap upaya negara yang dengan sengajah memperbudak dan pembodohan kepada bangsanya sediri. Hal terlihat dengan pembiaran kastanisasi dalam ruang pendidikan.
Refleksi ini merupakan upaya penyadaran terhadap situasi yang hari ini dialami oleh “young generations” ditengah gelombang kesibukan negara dalam mengurus kepentingan atau hal-hal yang bukan bersifat fundamental.
#SELAMAT HARI PENDIDIKAN
