Air PDAM Lahewa Kembali Bau Busuk, Warga Resah: Penanganan Dinilai Lambat Nias Utara 

Nias Utara – Warga Kecamatan Lahewa, Kabupaten Nias Utara kembali mengeluhkan kondisi air bersih yang disalurkan oleh PDAM Tirtanadi. Air yang seharusnya menjadi kebutuhan utama masyarakat justru berbau tak sedap dan tidak layak digunakan.Senin, 20/4/2026.

Pemantauan awak media Kondisi ini menimbulkan keresahan di tengah masyarakat, karena air yang mengalir ke rumah-rumah warga tidak dapat digunakan untuk kebutuhan sehari-hari, baik untuk konsumsi maupun keperluan rumah tangga lainnya.

Sejumlah warga mengungkapkan bahwa “bau tidak sedap dari air tersebut sudah terjadi berulang kali. Mereka menilai penanganan yang dilakukan oleh pihak terkait terkesan lambat dan tidak memberikan solusi permanen”.

“Airnya sangat bau, seperti air comberan. Kami tidak bisa gunakan sama sekali. Ini bukan pertama kali terjadi,” ungkap salah seorang warga. yang tidak bersedia disebutkan namanya.

Akibat kondisi tersebut, masyarakat terpaksa mencari sumber air alternatif untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Hal ini tentu menambah beban, terutama bagi warga dengan kondisi ekonomi terbatas.

Pihak PDAM Tirtanadi diketahui sempat menghentikan sementara distribusi air bersih sebagai langkah penanganan.

Namun, hingga kini masyarakat menilai upaya tersebut belum memberikan hasil yang memuaskan.

Pemerintah Kabupaten Nias Utara juga disebut telah memanggil pihak terkait, termasuk pengelola yang diduga berkaitan dengan sumber pencemaran. Meski demikian, masyarakat berharap adanya tindakan yang lebih cepat, transparan, dan tuntas agar kejadian serupa tidak terus berulang.

Masyarakat menegaskan bahwa air bersih merupakan kebutuhan dasar yang wajib dipenuhi oleh pemerintah dan penyedia layanan. Mereka mendesak adanya tanggung jawab yang jelas serta perbaikan sistem pengelolaan air agar kualitas air yang disalurkan benar-benar layak digunakan.

Hingga berita ini diturunkan, kondisi air di sejumlah wilayah Lahewa masih dikeluhkan warga karena berbau tidak sedap dan belum sepenuhnya normal.

Rep. dz

Editor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *