MUSI RAWAS, SUMATERA SELATAN – Dugaan praktik penyalahgunaan BBM subsidi jenis solar kembali mencuat dan menjadi perhatian publik. Sebuah mobil Toyota Kijang Super bernomor polisi BG 1589 GJ diduga melakukan pengisian solar subsidi secara berulang dengan modus memanfaatkan sistem barcode di SPBU Tugumulyo, Kecamatan Tugumulyo, Kabupaten Musi Rawas.
Peristiwa yang diduga terjadi pada Senin (9/3/2026) tersebut viral di media sosial setelah sebuah rekaman video memperlihatkan kendaraan itu melakukan pengisian BBM solar secara berulang di lokasi SPBU.
Dalam video yang beredar, mobil yang diduga telah dimodifikasi tersebut tampak mengisi solar subsidi. Praktik ini memunculkan dugaan bahwa kendaraan tersebut digunakan untuk melansir BBM subsidi, yang kemudian disinyalir dikumpulkan dan dijual kembali ke tempat penampungan atau gudang tertentu.
Aksi tersebut memicu sorotan publik karena BBM subsidi sejatinya diperuntukkan bagi masyarakat yang berhak, seperti nelayan, petani, dan pelaku usaha kecil.
Sebagaimana diketahui, distribusi BBM subsidi diawasi oleh PT Pertamina (Persero) melalui sistem barcode dan aplikasi digital untuk mencegah terjadinya penyalahgunaan. Namun, munculnya video tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai ketat atau tidaknya pengawasan di lapangan, khususnya di SPBU wilayah Tugumulyo.
Sejumlah warga berharap aparat penegak hukum bersama pihak Pertamina segera melakukan penelusuran dan investigasi terkait dugaan praktik tersebut. Jika terbukti terjadi penyalahgunaan atau penimbunan BBM subsidi, pelaku dapat dijerat dengan Pasal 55 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi yang telah diperbarui melalui Undang-Undang Cipta Kerja, dengan ancaman pidana penjara hingga 6 tahun dan denda maksimal Rp60 miliar.
Kasus ini juga menjadi pengingat pentingnya pengawasan distribusi BBM subsidi agar tidak disalahgunakan oleh oknum yang mencari keuntungan pribadi.
Hingga berita ini diturunkan, pihak pengelola SPBU Tugumulyo maupun Pertamina belum memberikan keterangan resmi terkait video yang viral tersebut.
Sementara itu, Erwin, Kabiro IGlobalNews wilayah Lubuklinggau – Musi Rawas Utara, menyampaikan bahwa pihaknya masih terus menelusuri informasi di lapangan dan menunggu klarifikasi resmi dari pihak terkait.
“Kami berharap aparat dan pihak terkait segera turun tangan untuk memastikan kebenaran dugaan ini agar tidak merugikan masyarakat,” pungkasnya.
Red
