Legenda Motocross “Mas Tatto” Touring ke Palembang, Reuni Haru dengan Crosser Lawas di Bengkel Pass

Palembang – Suasana akhir pekan di Kota Palembang terasa berbeda ketika seorang legenda motocross Indonesia, Noerprapto Hadi Sapoetro atau yang akrab disapa Mas Tatto, menyambangi sahabat lamanya di Car Care Bengkel Pass, Jalan Demang Lebar Daun, Palembang, Sabtu (7/3/2026).

Kedatangan pembalap motocross dan stuntman legendaris asal Bandung tersebut disambut hangat oleh para sahabat lama dan komunitas motocross. Momen ini juga menghadirkan suasana penuh nostalgia bagi para mantan crosser yang pernah berjaya di lintasan balap Indonesia.

Mas Tatto datang untuk bertemu dengan sahabat lamanya, mantan pembalap motocross Sumatera Selatan, Yan Najib. Pertemuan itu berlangsung hangat di lantai atas kantor Car Care Bengkel Pass, di mana mereka berbagi cerita tentang perjalanan hidup serta kenangan di dunia balap motocross.

 

Sejumlah tokoh lama di dunia motocross turut hadir dalam pertemuan tersebut, termasuk mantan pembalap era 1980-an, Koh Kiong. Mereka mengenang kembali masa kejayaan ketika motocross menjadi olahraga yang sangat digemari di berbagai daerah di Indonesia.

“Mas Tatto ini sangat dikenal dan disegani pada masa jayanya dulu. Pada era 1970-an, beliau beberapa kali menjuarai berbagai event motocross di Indonesia dan juga dikenal sebagai stuntman legendaris,” ujar Koh Kiong kepada awak media.

Meski kini telah berusia 77 tahun, Mas Tatto terlihat masih sehat dan bugar. Ia mengaku tetap menjaga pola hidup sehat dengan rutin berolahraga, menjaga pola makan, serta istirahat yang cukup.

Hal yang lebih mengagumkan, Mas Tatto menempuh perjalanan jauh menggunakan sepeda motor dari Bekasi menuju Palembang. Perjalanan tersebut merupakan bagian dari touring panjangnya untuk bersilaturahmi dengan para mantan pembalap motocross di berbagai daerah.

Dalam kesempatan itu, Mas Tatto juga menyampaikan bahwa perjalanan ini bukan sekadar reuni, tetapi juga membawa misi sosial.

“Saya ingin menjalin silaturahmi dengan sesama mantan pembalap motocross di Aceh. Selain itu, kami juga membawa misi kemanusiaan untuk membantu korban bencana alam di Sumatra, termasuk membantu pembangunan sumur air serta melengkapi fasilitas masjid atas nama keluarga besar Indonesian Motocross Association,” ujarnya.

Usai pertemuan penuh nostalgia tersebut, Mas Tatto berpamitan kepada para sahabat lamanya di halaman bengkel. Momen perpisahan diwarnai saling berjabat tangan dan pelukan hangat sebelum ia melanjutkan perjalanan menuju Aceh.

Sementara itu, Yan Najib mengaku sangat bangga melihat semangat Mas Tatto yang masih kuat melakukan perjalanan jauh di usia lanjut.

Menurutnya, sosok seperti Mas Tatto merupakan legenda olahraga yang seharusnya mendapatkan perhatian dan penghargaan dari pemerintah daerah maupun organisasi olahraga.

“Beliau adalah atlet profesional yang sudah mengharumkan dunia motocross. Sudah semestinya tokoh-tokoh seperti ini mendapat dukungan dan perhatian, baik dari pemerintah daerah maupun dari KONI,” kata Yan Najib.

Pertemuan para legenda motocross ini menjadi momen yang tidak hanya mempererat tali persahabatan, tetapi juga mengingatkan kembali sejarah panjang perkembangan olahraga motocross di Indonesia.

 

Mr. Wancik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *