PALEMBANG – Stadion Bumi Sriwijaya, Palembang, dipenuhi ribuan pengemudi ojek online (ojol) dan pekerja dari berbagai organisasi buruh yang mengikuti Apel Ojol dan Buruh Kamtibmas yang dipimpin langsung oleh Kapolri Listyo Sigit Prabowo, Selasa pagi.
Sekitar 5.000 pengemudi ojol dan buruh dari berbagai komunitas dan organisasi pekerja berkumpul dalam apel akbar bertema “Nyago Bumi Sriwijaya Aman Bae”, sebagai bentuk komitmen bersama untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Sumatera Selatan.
Kapolda Sumatera Selatan Sandi Nugroho bersama Wakapolda Brigjen Pol Rony Samtana serta jajaran Pejabat Utama Polda Sumsel turut mendampingi Kapolri selama rangkaian kegiatan berlangsung.
Apel tersebut juga dihadiri sejumlah pimpinan daerah, di antaranya Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru, Pangdam II/Sriwijaya Ujang Darwis, serta Wali Kota Palembang Ratu Dewa. Kehadiran para pimpinan daerah ini memperkuat kolaborasi antara aparat keamanan dan pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas wilayah.
Kegiatan apel berlangsung meriah dan penuh semangat. Puncak acara ditandai dengan penyematan rompi kepada perwakilan ojol dan buruh, dilanjutkan dengan deklarasi bersama “Nyago Bumi Sriwijaya Aman Bae.”
Deklarasi tersebut menjadi simbol komitmen kuat antara Polri, komunitas ojol, dan organisasi buruh untuk bersama-sama menjaga stabilitas keamanan di Sumatera Selatan.
Dalam amanatnya, Kapolri Listyo Sigit Prabowo menegaskan pentingnya peran seluruh elemen masyarakat dalam menjaga keamanan daerah, terutama di tengah dinamika global yang dapat berdampak pada stabilitas ekonomi nasional.
Menurutnya, konflik di berbagai kawasan dunia, termasuk di Timur Tengah, berpotensi memengaruhi harga energi dan kondisi ekonomi masyarakat. Oleh karena itu, persatuan dan stabilitas sosial harus tetap dijaga.
Kapolri juga mengajak komunitas ojol untuk aktif memanfaatkan layanan darurat 110 dalam melaporkan gangguan keamanan secara cepat. Selain itu, Polri juga tengah mengembangkan fitur panic button khusus bagi pengemudi ojol guna meningkatkan perlindungan bagi pekerja transportasi berbasis aplikasi.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolri juga menyampaikan berbagai bentuk dukungan Polri kepada komunitas buruh dan ojol, antara lain layanan kesehatan di RS Bhayangkara, pembentukan Desk Ketenagakerjaan di tingkat Polda dan Polres, serta penguatan perlindungan pekerja termasuk jaminan kecelakaan kerja.
Langkah tersebut merupakan bagian dari pendekatan humanis Polri dalam memperluas pelayanan kepada masyarakat, khususnya kepada para pekerja sektor informal.
Menjelang Hari Raya Idul Fitri, Kapolri juga memastikan kesiapan pelaksanaan Operasi Ketupat di seluruh wilayah Indonesia. Polri akan menyiapkan Pos Pengamanan, Pos Pelayanan, dan Pos Terpadu di berbagai jalur mudik guna memastikan perjalanan masyarakat berlangsung aman, nyaman, dan lancar.
Kapolri juga mendorong perusahaan aplikator ojek online untuk menghadirkan program mudik gratis bagi para pengemudi, sebagai bentuk dukungan sosial kepada para pekerja transportasi.
Para peserta apel berasal dari berbagai platform transportasi online seperti Grab, Gojek, Maxim, Gocar, dan Shopee, serta diikuti oleh sejumlah organisasi buruh di Sumatera Selatan, di antaranya KSPSI Sumsel 1973, KASBI Sumsel, KSPSI Sumsel AGN, SPPLNI-KPBI, dan NIKUEBA-KSBSI.
Sebagai bentuk perhatian terhadap kesejahteraan para pekerja, seluruh peserta apel juga menerima bantuan bahan pokok berupa beras, gula, minyak goreng, dan mie instan.
Kapolri menegaskan bahwa sinergi antara Polri dan masyarakat merupakan kunci utama dalam menjaga keamanan dan stabilitas daerah.
“Kami mengajak seluruh komunitas ojol dan buruh untuk bersama-sama menjaga stabilitas kamtibmas di Bumi Sriwijaya. Sinergi ini adalah komitmen nyata demi Sumatera Selatan yang aman dan kondusif,” ujar Kapolri.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari strategi Polda Sumsel dalam membangun keamanan berbasis partisipasi masyarakat.
Menurutnya, keterlibatan komunitas ojol dan buruh menjadi kekuatan penting dalam menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di wilayah Sumatera Selatan.
Red
