Dampak Pencemaran Gudang Kimia di Tangsel, Air Cisadane Sempat Tercemar — Perumda Tirta Benteng Pastikan Distribusi Air Kembali Normal

Kota Tangerang — Dampak terimbas insiden gudang kimia pestisida di wilayah Tangerang Selatan pada 9 Februari 2026 lalu menunjukkan pengaruh serius terhadap kondisi lingkungan, khususnya aliran Sungai Cisadane.

Berdasarkan hasil pantauan sejumlah media pada Selasa, 10 Februari 2026, terlihat kondisi air Sungai Cisadane di wilayah Kota Tangerang menyengat bau, berminyak, serta ditemukan beberapa ikan mati di sepanjang aliran sungai. Kondisi tersebut mengindikasikan adanya pencemaran yang diduga kuat berkaitan dengan insiden gudang kimia pestisida di Tangsel.

Atas temuan itu, sejumlah awak media berinisiatif mendatangi kantor Perumda Tirta Benteng Kota Tangerang guna melakukan konfirmasi langsung terkait kualitas air baku yang dikelola perusahaan daerah tersebut.

Humas Perumda Tirta Benteng, Arini, menyampaikan bahwa kondisi air baku saat ini telah berangsur membaik.

“Air baku saat ini sudah terlihat jernih dan sudah bisa dipakai maupun dikonsumsi,” ujar Arini.

Selanjutnya, pada Rabu, 11 Februari 2026, tim media yang tergabung dalam Organisasi Persatuan Wartawan Nasrani Indonesia (PEWARNA) Provinsi Banten kembali melakukan peninjauan langsung. Pertemuan tersebut dihadiri oleh Humas Arini, Bapak Lucky Hutblang, serta Bapak Suriyat Wijaya, dilanjutkan dengan pengecekan Instalasi Pengolahan Air (IPA).

Dari hasil peninjauan, terlihat proses pengolahan berjalan normal dengan intensitas air jernih mencapai sekitar 1.000 liter per detik (LPS) yang terus dipantau sebelum didistribusikan kepada masyarakat.

Pasca pencemaran Sungai Cisadane, Direktur Umum Perumda Tirta Benteng, Dodi, turut memberikan keterangan resmi.

“Air baku sudah jauh lebih membaik dan sekitar 90 persen sudah didistribusikan ke masyarakat. Hasil pengecekan laboratorium bersama Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangerang juga menunjukkan hasil yang sama. Kami melakukan pengecekan setiap jam hingga air benar-benar layak dikonsumsi dan didistribusikan,” jelasnya.

Diketahui, dampak pencemaran ini sempat memengaruhi sekitar 165.000 pelanggan Perumda Tirta Benteng. Oleh karena itu, pihak kehumasan terus mengoptimalkan pelayanan kepada warga terdampak.

Arini menambahkan bahwa pelanggan yang terdampak akan mendapatkan bantuan air bersih gratis sesuai kebutuhan dan permintaan warga.

Untuk layanan dan pengaduan, masyarakat dapat menghubungi Call Center Perumda Tirta Benteng Kota Tangerang melalui:

•0813-1494-0504

•021-5587-234

Perumda Tirta Benteng memastikan akan terus memantau kualitas air secara berkala guna menjamin keamanan konsumsi masyarakat pasca insiden pencemaran tersebut.

Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *