Palembang.iGlobalNews.id- Perjuangan tanpa terhenti, tak muda mengeluh, menyerah dalam kondisi apa pun, bahwa itu dibuktikan se-seorang punya karakter sportif, berjiwa besar, bermental baja, ini dibuktikan dia bernama Rahmad Hidayat Koto merupakan sosok humanis dan ramah senyum, sepak terjangnya dalam Gerakan Rakyat dan Mahasiswa pernah menorehkan perubahan berarti, khususnya dalam revitalisasi Pasar 16 Ilir Palembang.
Dari pantauan awak media, Pria yang akrab disapa RHK ini lahir di tahun 1983 pada bulan februari, beliau memiliki darah keturunan Minang Kabau dan Komering, tumbuh dan besar di Kota Prabumulih.
RHK bukan figur baru dalam dunia keaktivisan, lama melalang melintang di jasa konsultan Pembangunan, membuat dirinya lebih dewasa dalam bersikap karena dia banyak ditempah pengalaman hidup hingga dari belasan tahun menghabiskan waktu dari kampung ke kampung yang tersebar diseluruh wilayah Indonesia.
Lebih lanjut, dari aspek sisi pendidikan, bahwa RHK ini pernah menumpuh Pendidikan Stratanya di Universitas Muhammadiyah Palembang (UMP) Tahun 2022 lalu itu, kemudian di saat mengeyam Pendidikan di UMP jejak kepemimpinannya mulai tertancap, memberi berdaya guna pencerahan positif untuk hajad orang banyak.
Ia bergerak pada isu lingkungan, sosial, hukum dan politik, RHK telah menahkodai atau menempati posisi strategis diberbagai macam organisasi lokal, nasional dan juga ada dibeberapa organisasi yang bersifat transnasional.
Dalam memainkan peran penting dalam berbagai gerakan sosial dan politik di atas, dalam catatan sejarahnya RHK menjadi bagian dalam katalisator Kota Palembang – Sumatera Selatan untuk menemukan perubahan yang mengesankan, seperti yang dinikmati oleh Masyarakat sekarang.
Lebih jauh lagi, jika ditelusuri dan mengenal lebih dekat dengannya, bahwa dedikasi Rahmad Hidayat Koto (RHK) dalam dunia gerakan turut diakui di era 2000an, dan itu menjadi momen-momen berkesan bagi aktivis seangkatannya.
Di satu sisi, akan tetapi saat ini, RHK harus menerima kenyataan hidup, peranya masa silam dan profesinya sebagai konsultan sepertinya hanya menjadi cerita, aktifitas kekiniannya hanya bolak balik dari order satu ke orderan lainnya.
Terkini dia berjuang tanpa terhenti, dari beberapa aspek kehidupan pernah dijalaninya itu, tak muda mengeluh, apa lagi gengsi menjalani roda kehidupan dalam kondisi apa pun jua, dia tetap punya semangat tinggi.
Ya, kendati saat ini RHK hanya sebagai Driver Ojek Online dalam
aktifitas hariannya, yang hanya menunggu dentingan sebagai sinyal orderan yang masuk ke dalam aplikasinya, target minimal tujuh kali perhari pun terkadang begitu berat membuatnya menjerit untuk menutupi kebutuhan hidupnya, namun perjuangannya patut dicontoh, bahwa dia berjiwa mandiri bermuara yang halal memohon Ridho-Nya penuh barokah.
Nah, Ini merupakan bagian dari kehidupan sang mantan aktivis Sumsel, mungkin ini sebagaimana quote “setiap massa ada orangnya, setiap orang ada masanya”.
Di sisi lain, peralihan fase aktivis menjadi seorang konsultan hingga menjadi Driver Ojek Online merupakan siklus bagi kehidupan seorang Rahmad Hidayat Koto, yang ketika dia bergerak, lalu terus berjuang tanpa henti, berjiwa mandiri dan dia pun tak muda mengeluh dalam situasi apa pun jua, terkini dia mencari rezeki yang halal dan memohon Ridho-Nya dari Allah SWT. Aamiin Ya Robbal Aalamiin.
(Pewarta : Mr.Wancik.AN.BE.
KaBiro Kota Palembang.
Wakaperwil Sumsel, Anggota PWI Sumsel dan Anggota PWI Pusat, Jakarta-Indonesia).
