PALEMBANG, 20 Januari 2026 – Palembang kini bukan lagi hanya menjadi kota persinggahan, melainkan ditetapkan sebagai simpul strategis untuk perkembangan bisnis transportasi oleh Ainon Group. Hal tersebut disampaikan dalam Rapat Kerja (Raker) lintas divisi perusahaan yang berlangsung selama dua hari, 20 hingga 21 Januari 2026, bertempat di Asrama Haji Palembang.
Acara yang mengedepankan kolaborasi dan penguatan kapasitas tim ini menjadi wadah untuk menyusun langkah-langkah ekspansi bisnis yang lebih luas dan berkelanjutan. Pendiri Ainon Group sekaligus Owner Royal Shuttle, Yosu, menekankan bahwa raker kali ini bukan hanya acara formal, melainkan merupakan peta jalan konkret menuju perkembangan yang lebih baik.
“Kita memilih Palembang dengan pertimbangan matang. Kota ini memiliki potensi konektivitas yang besar dan berperan sebagai gerbang penting untuk mengembangkan jaringan rute di seluruh wilayah Sumatera,” ungkap Yosu pada hari Selasa.
Dalam kesempatan tersebut, Ainon Group mengonfirmasi rencana pembukaan rute baru yang akan menjangkau Jambi dan Muara Bungo, serta memperkuat jalur yang sudah ada di dalam Provinsi Sumatera Selatan seperti rute menuju Muara Enim. Kinerja positif dari rute Palembang–Lampung yang saat ini hampir beroperasi setiap jam menjadi dasar bagi perusahaan untuk merencanakan ekspansi lebih lanjut.
Menurut Yosu, pertumbuhan bisnis tidak hanya diukur dari jumlah armada yang bertambah, tetapi juga dari kemampuan perusahaan untuk menyediakan akses mobilitas yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
“Kami berkomitmen untuk menyajikan transportasi yang berperan sebagai solusi – aman, nyaman, dan tetap terjangkau. Prinsip ‘aman di kantong’ akan terus kami jaga dengan tegas,” jelasnya.
Menghadapi arus mudik Lebaran tahun 2026, Ainon Group telah melakukan persiapan sejak dini. Sebanyak belasan unit armada shuttle captainship telah disiapkan untuk rute strategis, terutama Palembang–Lampung, dengan sistem manajemen operasional yang lebih terstruktur dan dapat diukur.
Yosu juga menjamin bahwa perusahaan tidak akan mengambil keuntungan yang berlebihan pada momen puncak tersebut. “Mudik adalah kebutuhan dasar masyarakat. Tugas kita adalah memastikan setiap perjalanan tetap berjalan dengan penuh rasa kemanusiaan, bukan menjadi beban bagi masyarakat,” ucapnya.
Selain fokus pada pengembangan rute dan armada, Ainon Group juga memberikan perhatian khusus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia. Raker kali ini dirancang untuk mendorong perubahan pola pikir para karyawan agar mampu berkembang dan beradaptasi dengan perkembangan zaman.
“Saya berharap seluruh tim Ainon Group dapat meningkatkan kapasitas diri mereka. Bukan hanya mampu bekerja secara teknis, tetapi juga memiliki visi yang jelas, mental yang kuat, dan semangat belajar yang tinggi,” tutur Yosu.
Untuk mendukung hal tersebut, perusahaan mengundang motivator nasional dari Jakarta untuk memberikan materi pembekalan dengan tema “Next Level”, yang akan menjadi penutup rangkaian kegiatan raker.
Pemilihan Asrama Haji Palembang sebagai lokasi kegiatan juga menjadi bentuk dukungan Ainon Group terhadap pemanfaatan aset yang dimiliki oleh pemerintah daerah.
“Kami ingin tumbuh bersama dengan daerah. Dengan menggunakan fasilitas yang dikelola oleh Pemprov atau Pemkot, kami turut berkontribusi dalam mendukung perkembangan wilayah,” ujarnya.
Raker Ainon Group akan ditutup pada hari Rabu (21/1) dengan kehadiran perwakilan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, yang menjadi bukti komitmen kerja sama antara sektor usaha dan pemerintah dalam meningkatkan kualitas layanan transportasi di tingkat regional. (Rina)
