Tanggamus. IglobalNewsm.id –Harapan masyarakat di wilayah selatan Kecamatan Pematangsawa, Kabupaten Tanggamus, untuk memiliki akses jalan darat yang layak akhirnya terwujud. Rencana pembukaan jalan desa sepanjang 50 kilometer dengan lebar 10 meter yang membentang dari Pekon Way Nipah hingga Pekon Tampang Tua kini mendapat titik terang setelah sembilan pekon sepakat patungan Rp50 juta per pekon. Total dana yang terkumpul melalui Badan Kerja Sama Antar Desa (BKAD) mencapai Rp450 juta.
Kesepakatan ini dicapai dalam rapat koordinasi pembangunan infrastruktur jalan penghubung antarpekon yang digelar di Aula Kecamatan Pematangsawa, Jumat (3/10/2025). Rapat dipimpin Asisten II Setdakab Tanggamus, Hendra Wijaya Mega, dihadiri Dandim 0424/Tanggamus Letkol Inf. Dwi Djunaidi Mulyono, Kadis PMD Arpin, Kasi Datun Kajari Tri Nurandi Sinaga, perwakilan Balai Besar TNBBS, Bapperida, Kabag Hukum, serta Camat Pematangsawa Syaifuddin Sarip. Sekda Tanggamus, Suaidi, turut hadir secara daring.
Kadis PMD Arpin menegaskan, rencana pembukaan jalan ini telah lama menjadi aspirasi masyarakat.
“Sejak 2022 sudah dimapping oleh Dinas PU dan selalu muncul dalam Musrenbang tingkat pekon dan kecamatan, namun belum terealisasi. Kini masyarakat bermufakat agar jalan ini diwujudkan,” ujarnya.
Ruas jalan baru ini akan menghubungkan Way Nipah, Tirom, Karang Brak, Kaur Gading, Tampang Muda, Way Asahan, Teluk Brak, hingga Tampang Tua.
Camat Pematangsawa Syaifuddin Sarip menyampaikan, lahan untuk pembukaan jalan telah dihibahkan masyarakat melalui kepala pekon dan diteruskan kepada pihak kecamatan.
“Dana Rp450 juta sebagian sudah masuk kas BKAD. Anggaran digunakan untuk pembukaan badan jalan, pembangunan pos pengamanan di pintu masuk kecamatan, serta pos di bagian selatan,” katanya.
Sekda Suaidi menambahkan, pembukaan jalan ini telah dilengkapi berita acara hibah resmi.
“Pekon wajib memberikan tembusan kepada Pemkab terkait hibah lahan. Setelah itu, alokasi anggaran dari APB Pekon Perubahan dapat dilaporkan kepada Bupati,” jelasnya.
Pemkab Tanggamus menyiapkan dua unit alat berat untuk membantu pembukaan jalan, sementara biaya bahan bakar ditanggung pekon secara swadaya. Selain itu, Pemkab turut memberikan bantuan Rp125 juta untuk sewa alat berat.
Kadis PMD Arpin mengakui kendala utama adalah keterbatasan armada.
“Kami berharap rapat lanjutan nanti membahas penambahan alat berat agar proses pembukaan jalan bisa dipercepat,” katanya.
Ketua APDESI Kecamatan Pematangsawa, Aprial yang juga Kepala Pekon Way Nipah, menambahkan pihaknya telah lebih dulu membuka badan jalan sepanjang 100 meter dari bibir pantai. “Titik paling sulit ada di Karang Brak dan Tirom. Kami berharap tindak lanjut dari Pemkab agar jalan ini benar-benar tembus,” ucapnya.
Dandim 0424/Tanggamus Letkol Inf. Dwi Djunaidi Mulyono menegaskan pentingnya pembukaan akses jalan ini.
“Jalan darat ini akan membuka peluang pendidikan, ekonomi, dan kesehatan. Tidak ada lagi ibu hamil yang harus menempuh jalur laut dengan risiko besar,” ujarnya.
Sementara itu, Kasi Datun Kajari Tri Nurandi Sinaga mengingatkan agar seluruh tahapan pembangunan sesuai prosedur hukum. “Pembangunan ini untuk kesejahteraan rakyat, jangan sampai ada penyalahgunaan atau kepentingan pribadi,” tegasnya.
Perwakilan Dinas PU, Bowo Nugroho, menyebut survei pendahuluan jalur sudah dilakukan pada 2023 dan optimistis proyek ini dapat dilaksanakan tahun ini. Sementara BPBD mengingatkan pentingnya survei topografi mengingat kondisi tebing di jalur tersebut.
Kabag Hukum Setdakab, Arif Rahmat, menegaskan seluruh jalur jalan harus bebas dari konflik lahan dan sesuai aturan, termasuk BAST dari PU ke pekon.
Untuk mempercepat proses, rapat juga menyepakati pembentukan tim kecil yang akan menelusuri hasil pekerjaan PU, memastikan legalitas hibah tanah, serta merumuskan teknis pembangunan di lapangan.
“Apresiasi kami kepada pekon yang telah membentuk BKAD. Ini bukti kesiapan masyarakat. Tinggal kita kawal agar sesuai aturan dan dapat segera dilaporkan ke Bupati,” kata Sekda Suaidi.
Rapat ini dihadiri sembilan kepala pekon:
-
Aprial (Way Nipah, Ketua APDESI Kecamatan Pematangsawa)
-
Suyono (Batu Brak)
-
Hendra Gunawan (Karang Brak)
-
Hamdan (Tirom)
-
Abuzar (Kaur Gading)
-
Hartono (Way Asahan)
-
Sumartono (Martanda)
-
Hamid (Tampang Muda)
-
Mat Basir (Tampang Tua).
Dengan semangat gotong royong masyarakat dan dukungan pemerintah daerah, pembukaan jalan desa sepanjang 50 kilometer ini diharapkan menjadi momentum kebangkitan pembangunan di selatan Pematangsawa, memacu pertumbuhan ekonomi, serta meningkatkan kesejahteraan warga.
Heldan
