Palembang. IglobalNews.id –Suasana haru, khidmat, dan penuh kehangatan menyelimuti acara Peresmian Sekretariat Zikir Akbar Sumatera Selatan dan Majelis Taklim Al-Ikhlas, sekaligus peringatan 1 Tahun Haul Muhabah Nur Binti Mukhsin Assegaf serta syukuran khitanan Muhajir dan Mumu, putra dari Ustadz Amak Shahab atau yang lebih akrab disapa Habib Amak, Senin (29/09).
Dari pantauan awak media saat acara religius yang digelar tersebut dengan nuansa kebersamaan ini, lalu ketika itu dihadiri sejumlah tokoh penting daerah, yaitu mulai dari Gubernur Sumsel, Pangdam II/Sriwijaya, Walikota Palembang, Kapolrestabes, Dandim 0418 Palembang, hingga jajaran TNI AU, TNI AL, serta ormas-ormas di Sumatera Selatan. Kehadiran mereka menjadi bukti nyata kuatnya sinergi lintas elemen masyarakat dalam menjaga keharmonisan dan persatuan di Bumi Sriwijaya.
Sementara itu, Habib Amak Shahab, yang dia menegaskan pentingnya menjadikan *Nabi Muhammad SAW* sebagai teladan hidup, terutama dalam membangun masyarakat yang sejuk, damai, dan saling menghargai perbedaan.
“Kita bersyukur malam ini kita dapat berkumpul dalam acara maulid Nabi Muhammad SAW. Kita undang semua Gubernur, Pangdam, Walikota, Kapolres, Dandim, jajaran TNI dan ormas, yang tujuannya hanya satu: mari kita teladani *Nabi Muhammad SAW*. Jadilah penyejuk, jadilah orang yang bermanfaat bagi banyak orang,” ujar Habib Amak Shahab sembari bola matanya berbinar-binar menahan haru.
Ditambahkan lagi oleh beliau (Habib Amak Shahab), bahwa dia juga mengingatkan pentingnya menjaga sinergitas antara pemerintah, ormas, dan masyarakat, agar Sumatera Selatan tetap damai dan tidak mudah diadu domba.
“Kalau ada masalah, jangan berkelahi. Duduk bersama, libatkan ulama, pemerintah, dan tokoh masyarakat untuk mencari solusi. Masalah besar kita kecilkan, masalah kecil kita hilangkan,” tambahnya.
Di satu sisi, bahwa di momen kebersamaan tersebut juga mengundang apresiasi dari Gubernur Sumatera Selatan yang hadir dan menyampaikan rasa bangganya. Ia bahkan secara spontan “mengangkat topi” sebagai bentuk penghargaan atas keberhasilan acara yang mampu menghadirkan banyak tokoh lintas lembaga dan ormas dalam satu majelis yang damai.
Masih ditempat yang sama, saat itu Walikota Palembang pun turut memberikan dukungan penuh meski memiliki agenda padat. Ia menyempatkan diri hadir, menilai kegiatan ini sebagai acara luar biasa yang memberikan keteladanan dan kesejukan bagi masyarakat, tuturnya dengan nada suara bergetar penuh semangat menggema keseluruh ruangan.
Lebih jauh, dalam catatan tertulis, bahwa Majelis Taklim Al-Ikhlas bukanlah hal baru di Palembang. Berdiri sejak 1998, majelis ini konsisten menjadi tempat menimba ilmu agama dan mempererat silaturahmi.
Dengan 287 KK anggota tetap serta ratusan simpatisan aktif, majelis ini terus tumbuh menjadi wadah pembinaan akhlak dan persaudaraan.
“Kalau ingin mengenal siapa sosok *Nabi Muhammad SAW* bagaimana akhlaknya, dan bagaimana kita meneladani beliau, maka datanglah ke majelis taklim,” tutur Habib Amak Shahab dengan penuh semangat sembari tersenyum.
Lalu kemudian, bahwa acara ini bukanlah sekadar peresmian dan haul, yang melainkan pengingat bersama untuk menjaga persatuan dan kesatuan NKRI melalui jalur yang penuh berkah, majelis ilmu dan zikir. Dalam suasana hangat dan religius, seluruh tamu undangan tampak larut dalam zikir dan do’a bersama, mempererat ukhuwah Islamiyah dan kebangsaan.
Di sisi lain, maka dari itu dengan semangat kebersamaan dan keteladanan *Rasulullah SAW*, yang prihal acara ini menjadi simbol bahwa perbedaan bukanlah penghalang, melainkan warna indah yang menyatukan. Kemudian pula melalui majelis taklim dan zikir, masyarakat Sumatera Selatan diajak untuk terus menjadi penyejuk, perajut kedamaian, dan penguat persaudaraan di tengah keberagaman.
Laporan cuplikan pemberitaan ini dari jurnalis bertugas di Palembang-Sumsel : Rina.
(Pewarta : Mr.Wancik.AN.BE. KaBiro Kota Palembang. Wakaperwil Sumsel dan Anggota Resmi PWI Sumsel & Anggota PWI Pusat Jakarta-Indonesia).
