PALEMBANG, 7 Oktober 2026 — Pernyataan Wali Kota Palembang Ratu Dewa yang menyebut dirinya masih “enjoy-enjoy saja” dan tetap berolahraga di tengah kabut asap Palembang menjadi perhatian publik dan viral di media sosial.
Menanggapi polemik tersebut, Muhammad Ashari Putra, S.I.Kom., atau Ari Derta, Ketua PB HMI MPO Bidang Komunikasi dan Informasi, mengajak masyarakat untuk tidak terburu-buru menyimpulkan makna pernyataan hanya dari satu kalimat.
Menurut Ari, istilah “enjoy” perlu dilihat dalam konteks seorang kepala daerah yang harus tetap tenang dan mampu mengendalikan diri ketika menghadapi situasi krisis.
“Saya memaknai ‘enjoy’ itu sebagai sikap pribadi seorang pemimpin yang harus tetap tenang dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya. Bayangkan kalau kepala daerah ikut panik dan pesimis ketika masyarakat sedang menghadapi krisis. Kepanikan justru bisa semakin besar di tengah masyarakat,” ujar Ari Derta.
Ratu Dewa sendiri telah memberikan klarifikasi bahwa “enjoy” tidak dimaksudkan sebagai rasa senang atau nyaman melihat masyarakat terdampak asap, melainkan sebagai sikap seorang pemimpin untuk tetap tenang agar dapat mengambil keputusan dan mengoordinasikan penanganan secara tepat. (detikcom)
“Jadi jangan terjebak pada satu kalimat. Kita boleh mengkritik, tetapi mari lihat konteks dan kerja nyatanya. Tenang bukan berarti tidak peduli,” kata Ari.
DATA MENUNJUKKAN SITUASINYA MEMANG SERIUS
Ari menegaskan bahwa memahami konteks pernyataan tersebut bukan berarti mengabaikan kondisi masyarakat.
Dinas Kesehatan Kota Palembang mencatat 17.434 kasus ISPA sepanjang September 2026, meningkat dari 15.020 kasus pada Agustus. Sementara data BMKG menunjukkan konsentrasi PM2.5 di Talang Betutu mencapai 290,0 µg/m³ dan Musi 2 sebesar 280,9 µg/m³, yang masuk kategori berbahaya karena berada di atas ambang 250,5 µg/m³. (LIDIK.ID)
“Kalau angka ISPA sudah mencapai 17 ribu lebih dan kualitas udara masuk kategori berbahaya, tentu ini bukan persoalan yang boleh dianggap ringan. Masyarakat berhak mendapatkan perlindungan, informasi yang transparan, dan pelayanan kesehatan yang cepat,” tegas Ari.
LIHAT KERJA NYATANYA
Di tengah kondisi tersebut, Pemerintah Kota Palembang telah melakukan sejumlah langkah, antara lain memperkuat kesiapsiagaan fasilitas kesehatan, menyiagakan layanan kesehatan 24 jam, membagikan masker bagi kelompok rentan, berkoordinasi dengan Satgas Karhutla, menyalurkan air bersih, serta melakukan penyesuaian kegiatan masyarakat dan pendidikan luar ruang. (IDN Times Sumsel)
Menurut Ari, langkah tersebut tetap perlu diapresiasi sekaligus diawasi.
“Saya tidak mengatakan pemerintah sudah sempurna. Justru pemerintah harus terus kita kawal. Kalau ada yang sudah dilakukan, kita apresiasi. Kalau masih kurang, kita kritik dan dorong untuk diperbaiki. Ukurannya harus data dan dampaknya kepada masyarakat,” ujarnya.
Ari juga menekankan bahwa penanganan karhutla dan asap membutuhkan kolaborasi lintas wilayah dan institusi, sehingga tidak semata-mata menjadi persoalan Pemerintah Kota Palembang.
TENANG, EMPATI, DATA, DAN AKSI
Menurut Ari, pelajaran terpenting dari polemik ini adalah pentingnya komunikasi publik dalam situasi krisis.
“Pemimpin memang harus tenang agar masyarakat tidak panik. Tetapi ketenangan itu harus berjalan bersama empati, data, dan aksi,” katanya.
Ia merumuskan empat prinsip komunikasi publik dalam menghadapi krisis:
TENANG — tidak menciptakan kepanikan baru.
EMPATI — memahami keresahan masyarakat.
DATA — menyampaikan kondisi secara transparan dan terukur.
AKSI — memastikan komunikasi diikuti kerja nyata.
“Pada akhirnya, jangan hanya bertanya apakah Wali Kota ‘enjoy’ atau tidak. Pertanyaan yang lebih penting adalah: apa yang sudah dilakukan pemerintah, apa yang masih kurang, dan bagaimana memastikan masyarakat Palembang terlindungi?”
PB HMI MPO mendorong agar masyarakat tetap kritis, tetapi tidak terjebak pada polarisasi. Pemerintah harus terus bekerja, masyarakat tetap mengawasi, dan seluruh pihak bersama-sama memastikan krisis kabut asap tidak berubah menjadi krisis kepercayaan.
Muhammad Ashari Putra, S.I.Kom. (Ari Derta) Ketua PB HMI MPO Bidang Komunikasi dan Informasi. (Rina)
