Kegiatan dibuka oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Musi Rawas, Agus Susanto. Hadir pula Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Dinas Sosial, para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta seluruh camat se-Kabupaten Musi Rawas.
Dalam sambutannya, Agus Susanto menegaskan bahwa percepatan penurunan stunting memerlukan kolaborasi lintas sektor. Menurutnya, persoalan stunting tidak dapat ditangani oleh satu instansi saja, tetapi membutuhkan sinergi pemerintah daerah, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, tenaga kesehatan, hingga seluruh pemangku kepentingan.
Melalui penerapan sistem monitoring berbasis real-time collaborative governance, Pemkab Musi Rawas menargetkan proses pemantauan program penurunan stunting menjadi lebih cepat, terintegrasi, dan berbasis data yang akurat. Sistem tersebut juga diharapkan mampu memperkuat koordinasi antarinstansi, mempercepat pelaporan, mempermudah evaluasi, serta menjadi dasar penyusunan kebijakan yang lebih tepat sasaran.
Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Musi Rawas dalam mendukung program prioritas nasional di bidang kesehatan, khususnya percepatan penurunan prevalensi stunting guna menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas.
Sosialisasi berlangsung interaktif melalui pemaparan materi, diskusi, serta koordinasi teknis mengenai implementasi sistem monitoring yang akan digunakan sebagai instrumen pengawasan dan evaluasi pelaksanaan program penurunan stunting di Kabupaten Musi Rawas.
(Erwin – Kabiro iGlobalNews Lubuklinggau, Musi Rawas, dan Musi Rawas Utara)
