Tes Masuk SMAN 1 Indralaya Gunakan Sistem CAT, Sekolah Tegaskan SPMB Berjalan Transparan dan Bebas Praktik Suap

INDRALAYA – Tingginya minat masyarakat untuk menyekolahkan putra-putrinya di SMA Negeri 1 Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir, kembali terlihat pada Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Pelajaran 2026/2027. Namun, keterbatasan daya tampung membuat tidak semua pendaftar dapat diterima.

Kepala SMAN 1 Indralaya, Pudyo Laksono, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa sekolah hanya memiliki kuota sebanyak 360 siswa yang terbagi dalam 10 rombongan belajar (rombel) dengan kapasitas maksimal 36 siswa per kelas. Karena jumlah pendaftar jauh melebihi kuota, proses seleksi dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku.

Menurut Pudyo, pelaksanaan SPMB mengacu pada Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 3 Tahun 2025 serta Petunjuk Teknis SPMB Provinsi Sumatera Selatan Tahun Pelajaran 2026/2027.

Ia menjelaskan bahwa penerimaan peserta didik dilakukan melalui beberapa jalur, yaitu Jalur Prestasi, Jalur Domisili, Jalur Afirmasi, dan Jalur Mutasi, dengan pembagian kuota yang telah ditetapkan pemerintah.

Khusus pada Jalur Prestasi Tes Akademik, seleksi dilaksanakan menggunakan Computer Assisted Test (CAT) berbasis komputer secara daring yang terintegrasi dengan sistem SPMB Provinsi Sumatera Selatan.

“Pelaksanaan tes berlangsung pada 23 Juni 2026 dan seluruh proses dilakukan secara online melalui sistem SPMB Provinsi Sumatera Selatan. Setelah menyelesaikan tes, peserta dapat langsung melihat nilai hasil ujian melalui perangkat Android masing-masing,” ujar Pudyo, Jumat (26/6/2026).

Nilai akhir peserta merupakan gabungan antara 60 persen nilai hasil tes dan 40 persen rata-rata nilai rapor lima mata pelajaran, yaitu Matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, IPA, dan IPS selama lima semester, setelah melalui proses verifikasi panitia.

Pengumuman hasil seleksi kemudian dilakukan pada 25 Juni 2026 melalui sistem resmi SPMB Provinsi Sumatera Selatan. Selain status kelulusan, peserta juga dapat melihat perolehan nilai secara terbuka melalui laman resmi sumsel.spmb.go.id.

Pudyo menegaskan bahwa mekanisme tersebut dirancang untuk menjamin proses seleksi berlangsung objektif, transparan, dan akuntabel sehingga tidak membuka ruang bagi praktik kecurangan.

“Dengan sistem CAT yang terintegrasi dan pengolahan nilai secara otomatis, isu yang menyebut adanya praktik suap maupun keterlibatan orang dalam dalam penerimaan siswa baru tidak benar sama sekali,” tegasnya.

Ia menambahkan, pelaksanaan SPMB juga mendapat pengawasan dari berbagai pihak, baik secara langsung maupun melalui sistem daring. Pengawasan tersebut melibatkan Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan, Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Sumatera Selatan, Satuan Intelkam Polres Ogan Ilir, serta Direktorat SMA Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah yang turut melakukan monitoring dan evaluasi ke sekolah.

Dengan sistem berbasis teknologi dan pengawasan lintas instansi, SMAN 1 Indralaya berharap proses penerimaan peserta didik baru dapat berjalan secara profesional, adil, dan memberikan kesempatan yang sama bagi seluruh calon siswa sesuai kemampuan akademik dan ketentuan yang berlaku.

Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *