Sudah pertengah Juni, Ketuam umum Onin Pertanyakan Keseriusan Usut Kematian Agnis Jance Zebua

Jakarta – Sudah pertengahan juni 2026 kasus kematian Agnis Jance Zebua bergulir, namun kepastian hukum tak kunjung hadir. Kondisi ini membuat Tokoh Pemudah Nias, Juliarman Gulo, angkat bicara dan menyoroti langsung kinerja aparat penegak hukum.

“Nyawa manusia hilang, tapi fakta hukum masih gelap. Publik berhak tahu, keluarga berhak dapat keadilan. Jangan biarkan kasus ini menguap,” tegas Afolo, Rabu 19/06/26

Menurutnya, berlarutnya penyidikan justru melahirkan spekulasi dan menggerus kepercayaan masyarakat. Ia menuntut penyelidikan dilakukan objektif, profesional, dan dapat dipertanggungjawabkan. “Jangan ada yang ditutup-tutupi. Ungkap terang-benderang,” desaknya.

Juliarman Gulo selaku ketuam umum ONO NIAS INDONESIA menyoroti pentingnya komunikasi aparat dengan keluarga korban. Minimnya informasi resmi, kata dia, membuka ruang bagi asumsi yang tidak bertanggung jawab. Ia juga menegaskan tidak boleh ada tebang pilih dalam penegakan hukum.

“Siapapun yang terlibat harus diproses tegas. Ini ujian bagi prinsip _equality before the law_ di Nias Utara,” tandasnya.

Sembari mengapresiasi upaya yang sudah berjalan, Juliarman meminta koordinasi Polres Nias dan Polda Sumut diperkuat untuk mempercepat pengungkapan. Ia mengajak publik mengawal kasus ini tanpa terjebak informasi liar. “Keadilan untuk Jance Zebua adalah harga mati.”

Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *