Diduga Tak Sesuai Harapan, Program Rehab Rumah di Desa Arisan Jaya Ogan Ilir Disorot Warga

Ogan Ilir — Program bantuan rehab rumah di Desa Arisan Jaya Kampung I, Kecamatan Pemulutan, Kabupaten Ogan Ilir, menuai sorotan dari warga penerima manfaat. Bantuan yang diharapkan mampu menghadirkan rumah layak huni bagi masyarakat kurang mampu itu dinilai belum maksimal dan menyisakan berbagai persoalan di lapangan.

Sejumlah warga mengaku kecewa karena kondisi rumah yang direhab hingga kini belum selesai dikerjakan. Bahkan, beberapa bangunan disebut masih terbengkalai dan belum dapat ditempati.

Berdasarkan hasil investigasi di lapangan, salah satu rumah milik Jakfar terlihat belum rampung. Rumah tersebut masih tanpa pintu, lantai belum selesai, dan sebagian bagian bangunan hanya ditutupi seng karena keterbatasan material papan.

Romlah, istri Jakfar, saat dikonfirmasi awak media mengungkapkan keluh kesahnya terkait kondisi rumah mereka yang belum juga selesai hingga saat ini.

“Kami sangat berharap bantuan ini bisa membuat rumah layak ditempati. Tapi kenyataannya sampai sekarang belum selesai. Untuk tidur saja kami masih menumpang di rumah keluarga karena rumah ini belum layak huni,” ungkap Romlah dengan nada sedih.

Ia menjelaskan bantuan rehab rumah yang diterima berupa material bangunan, di antaranya:

Papan 1 kubik

Seng 36 keping

Tiang 13 batang

Sento 70 batang

Paku 10 kilogram

Namun menurutnya, material tersebut dinilai belum mencukupi untuk menyelesaikan pembangunan rumah secara keseluruhan.

Sementara itu, pihak Pemerintah Desa Arisan Jaya membenarkan adanya program bantuan rehab rumah tersebut. Kepala Desa Arisan Jaya menyampaikan bahwa bantuan yang diberikan bukan berbentuk bantuan per unit rumah secara penuh, melainkan program rehab yang pengerjaannya dilakukan secara gotong royong bersama warga setempat.

“Bantuan ini bukan bantuan rumah utuh per unit, melainkan rehab rumah yang pengerjaannya dilakukan secara gotong royong,” ujar Kepala Desa saat dikonfirmasi.

Meski demikian, pihak Lembaga Investigasi dan Pengawasan Reformasi Indonesia (LIPER RI) bersama Lipernas PD Kabupaten Muara Enim mempertanyakan kejelasan anggaran program tersebut, termasuk sumber dana dan besaran bantuan yang diterima masing-masing warga.

Menurut mereka, saat dimintai penjelasan terkait rincian anggaran, Kepala Desa belum memberikan keterangan secara terbuka.

Ketua LIPER RI dan Lipernas PD Kabupaten Muara Enim meminta aparat pemerintah terkait, termasuk Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir, agar turun langsung ke lapangan untuk melakukan pengecekan terhadap pelaksanaan program rehab rumah tersebut.

Mereka menilai perlu adanya evaluasi agar bantuan yang diberikan benar-benar sesuai kebutuhan masyarakat dan tidak menimbulkan kekecewaan bagi warga penerima manfaat.

“Harapan masyarakat sederhana, yakni memiliki rumah yang layak untuk ditempati. Karena itu kami meminta pemerintah terkait dan Bupati Ogan Ilir turun langsung mengecek kondisi di lapangan,” tegas pihak LIPER RI.

Tim Sumsel

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *