Capaian tersebut menjadi indikator kuat kesiapan jajaran kepolisian dalam menjaga stabilitas keamanan sekaligus menjamin kelancaran mobilitas masyarakat selama periode mudik. Operasi ini merupakan bagian dari pengamanan nasional yang dilaksanakan serentak oleh Polri di seluruh Indonesia.
Polda Sumsel mengendalikan operasi melalui sistem komando terpadu, memastikan seluruh personel bergerak cepat dan terkoordinasi dalam mengamankan jalur mudik darat, laut, hingga udara. Berdasarkan data yang dihimpun, tercatat 302.019 penumpang penyeberangan, 7.628 penumpang terminal, 5.127 penumpang kereta api, serta 14.873 penumpang melalui bandar udara.
Di sektor lalu lintas, pengelolaan arus kendaraan dilakukan secara terukur di sejumlah ruas tol strategis seperti Tol Palindra, Indralaya–Prabumulih, Kapal Betung, Terpeka, dan Betajam. Petugas memanfaatkan data real-time untuk menerapkan rekayasa lalu lintas secara cepat guna mencegah kemacetan.
Untuk mendukung efektivitas operasi, ribuan personel dikerahkan dalam tujuh satuan tugas terintegrasi. Seluruh Satgas menjalankan fungsi preemtif, preventif, hingga penegakan hukum secara simultan. Pendekatan humanis juga terus dikedepankan melalui lebih dari 1.700 kegiatan edukasi kepada masyarakat.
Selain itu, penguatan penegakan hukum berbasis teknologi dilakukan melalui sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE), yang mampu menindak pelanggaran lalu lintas secara elektronik dan meningkatkan disiplin pengguna jalan.
Kapolda Sumsel menegaskan bahwa keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama dalam operasi ini.
“Seluruh personel harus bekerja maksimal di lapangan. Tidak boleh ada titik pengamanan yang lengah. Keselamatan masyarakat adalah yang utama,” tegasnya.
Keberhasilan operasi ini juga ditopang oleh sinergi lintas sektor bersama TNI, Kementerian Perhubungan, pemerintah daerah, serta instansi terkait lainnya. Kolaborasi tersebut memastikan pengamanan mudik berjalan terpadu dan efektif.
Sementara itu, situasi keamanan wilayah tetap kondusif. Tercatat 60 kasus tindak pidana konvensional, 4 kasus transnasional, dan 1 kasus terkait kekayaan negara yang seluruhnya ditangani secara profesional. Di bidang lalu lintas, terjadi 10 kecelakaan dengan 2 korban meninggal dunia.
Kabid Humas Polda Sumsel, Nandang Mu’min Wijaya, menegaskan bahwa keterbukaan informasi menjadi bagian penting dalam pelaksanaan operasi.
“Polda Sumsel berkomitmen menyampaikan perkembangan secara transparan agar masyarakat merasa aman dan nyaman saat mudik,” ujarnya.
Dengan strategi yang matang, dukungan personel, serta sinergi lintas sektor, Polda Sumsel menegaskan komitmennya sebagai garda terdepan dalam menjaga keamanan arus mudik nasional.
Red
