Pesantren Kilat SMA Negeri 14 Palembang: Meningkatkan Iman dan Taqwa, Membentuk Karakter Islami

Palembang – Dalam rangka meningkatkan iman dan taqwa serta membentuk karakter Islami di kalangan pelajar, SMA Negeri 14 Palembang menggelar kegiatan Pesantren Kilat Ramadhan yang berlangsung khidmat dan penuh antusiasme.

Kegiatan yang dilaksanakan di lingkungan sekolah tersebut dihadiri langsung oleh Kepala Sekolah SMA Negeri 14 Palembang, Hj. Harry Susanti, S.Pd., S.M.I., jajaran wakil kepala sekolah (waka), serta seluruh dewan guru.

Kehadiran pimpinan dan tenaga pendidik menjadi bukti komitmen sekolah dalam membina karakter spiritual peserta didik.

Dalam sambutannya, Hj. Harry Susanti menyampaikan bahwa kegiatan pesantren kilat bukan sekadar agenda rutin tahunan, tetapi merupakan bagian dari pembinaan karakter siswa agar memiliki akhlak mulia, disiplin, serta tanggung jawab sebagai generasi penerus bangsa.

“Pesantren kilat ini menjadi momentum untuk memperkuat keimanan dan ketakwaan siswa, sekaligus membentuk karakter Islami yang berakhlakul karimah di lingkungan sekolah maupun di tengah masyarakat,” ujarnya.

Sebagai penceramah utama, hadir H. Ahmad Turzan Zaldi, Lc., yang memberikan tausiyah penuh makna tentang pentingnya menjaga ibadah, adab kepada orang tua dan guru, serta membangun integritas diri sejak usia remaja.

Dalam ceramahnya, ia menekankan bahwa keberhasilan seseorang tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan akademik, tetapi juga oleh kekuatan iman dan akhlak.

“Ilmu tanpa iman akan rapuh.

Karena itu, generasi muda harus membangun fondasi spiritual yang kuat agar mampu menghadapi tantangan zaman,” ungkapnya di hadapan para siswa.

Suasana kegiatan berlangsung tertib dan penuh kekhusyukan.

Para siswa tampak antusias mengikuti rangkaian acara, mulai dari pembukaan, tausiyah, hingga sesi refleksi keagamaan.

Melalui kegiatan Pesantren Kilat Ramadhan ini, pihak sekolah berharap para siswa tidak hanya memperoleh tambahan wawasan keagamaan, tetapi juga mampu mengimplementasikan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat luas.

Kegiatan ini menjadi bukti bahwa pendidikan karakter berbasis spiritual tetap menjadi prioritas dalam mencetak generasi yang cerdas, beriman, dan berakhlak mulia.

Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *