Doa Bersama Pelajar NU dan Anugerah Penghargaan Muassis NU Palembang, Refleksi Satu Abad Perjuangan Nahdlatul Ulama

Palembang | iGlobalNews.id –Dalam suasana penuh kekhidmatan dan keberkahan, Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PC IPNU) Kota Palembang menggelar Doa Bersama Pelajar NU serta Pemberian Penghargaan kepada Muassis dan Perintis NU Palembang, Kamis (29/01/2026), bertempat di Rumah Dinas Wali Kota Palembang.

Kegiatan yang digelar mulai pukul 14.00 WIB hingga selesai ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan 100 Tahun berdirinya Nahdlatul Ulama, sekaligus momentum refleksi sejarah perjuangan para ulama NU di Kota Palembang.

Berdasarkan pantauan langsung iGlobalNews.id, ratusan tamu undangan memadati auditorium rumah dinas. Perpaduan tata ruang bernuansa arsitektur minimalis dengan sentuhan seni interior yang asri menciptakan suasana elegan dan menenangkan. Para tokoh masyarakat, alim ulama, pendidik, pelajar, hingga insan pers tampak hadir silih berganti, larut dalam suasana religius yang sarat makna.

Acara berlangsung tertib dan berkelas berkat manajemen panitia yang dinilai profesional, ramah, serta mampu mengondisikan jalannya kegiatan dengan baik, sehingga para tamu undangan merasakan aura kebersamaan dan kebahagiaan.

Pemberian penghargaan ini merupakan bentuk penghormatan, penghargaan, dan ungkapan terima kasih Keluarga Besar NU Kota Palembang kepada para ulama yang telah merintis, membesarkan, dan menjaga eksistensi Nahdlatul Ulama sejak masa awal berdirinya. Piagam penghargaan diserahkan kepada para zuriyat (keturunan) masing-masing tokoh ulama.

Sambutan mewakili Wali Kota Palembang disampaikan oleh Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Sosial, dan Kemasyarakatan, Drs. Sadrudin Hadjar, S.Sos., M.Si. Ia menyampaikan permohonan maaf atas ketidakhadiran Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, sekaligus menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para tokoh ulama NU.

“Bapak Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, menyampaikan penghormatan dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada para Tokoh Ulama NU Kota Palembang atas jasa dan pengabdian mereka bagi umat dan daerah,” ujar Sadrudin Hadjar.

Sementara itu, Ketua PWNU Provinsi Sumatera Selatan, KH. Hendra Zainuddin Al Qodiri, dalam sambutannya menyampaikan rasa hormat dan terima kasih kepada para pendiri dan pengurus NU Kota Palembang periode 1926–1962.

“Para ulama NU telah meletakkan pondasi perjuangan yang kokoh. Berkat keteladanan dan keikhlasan merekalah NU mampu bertahan dan berkembang hingga satu abad,” ungkapnya.

Adapun tokoh-tokoh NU Kota Palembang yang menerima Piagam Penghargaan, antara lain:

  • KH. Kms. Abdullah Azhari
  • KH. Abu Bakar Bastari
  • Sayyid Abdullah Gathmyr
  • KH. Sayyid Muhammad Salim Alkaf
  • Taufik Gathmyr
  • KH. M. Daud Rusydi, Al Hafidz
  • Hj. Aminah Mustofa
  • KH. M. Yunus Al Hafidz
  • KH. Ibrahim Husni
  • KH. Kms. M. Thoyib (Kiyai Mastjek)
  • Kms. H. Idroes Nadjib (Tjek Jib)
  • RA. Soelayman
  • KH. M. Zen Syukri
  • Sayyid Hamid Ali BSA
  • KH. Mgs. Baihaqi Gani
  • KH. Mgs. Abdul Gani Halim
  • KH. M. Yusuf Umar

Turut hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah tokoh dan pejabat, di antaranya Asisten II Pemkot Palembang Ir. Kms. H. Isnaini Madani, MT., M.Si., Ketua PWNU Sumsel, akademisi, tokoh NU, serta tokoh masyarakat Sumatera Selatan.

Melalui kegiatan ini, diharapkan nilai-nilai perjuangan para ulama pendahulu dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda NU, khususnya pelajar, untuk terus menjaga dan mengamalkan nilai keislaman, kebangsaan, serta pengabdian sosial dalam kehidupan bermasyarakat.

 

Pewarta:

Mr. Wancik, A.N., B.E.

KaBiro Kota Palembang

Wakaperwil Sumsel

Anggota PWI Sumsel & PWI Pusat – Jakarta

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *