PMKRI Jakarta Timur Tolak Program Makan Bergizi Gratis, Soroti Masalah Keracunan dan Ketimpangan

Jakarta, Iglobalnews.id – Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Jakarta Timur St. Petrus Kanisius menyampaikan penolakan terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan pemerintah. Dalam konferensi pers yang diadakan di sekretariat PMKRI Jakarta Timur, Ketua Presidium Emanuel Odo mengungkapkan keprihatinannya atas dampak negatif yang muncul dari program ini.

Menurut data yang dikutip PMKRI dari CISDI dan JPPI, lebih dari 6.400 siswa di 18 provinsi mengalami keracunan makanan selama pelaksanaan MBG hingga September 2025. Kasus tersebut tersebar di berbagai daerah seperti Garut, Banggai Kepulauan, dan Bandung, yang disebabkan faktor makanan busuk, distribusi terlambat, dan dapur yang tidak steril.

Emanuel Odo menyoroti ketimpangan alokasi SPPG (Satuan Paket Pangan Gratis) yang justru lebih banyak diberikan di daerah dengan tingkat stunting rendah seperti Jawa Barat, dibandingkan daerah dengan stunting tinggi seperti Papua Pegunungan dan Papua Tengah.

PMKRI juga menilai bahwa dana triliunan rupiah yang dialokasikan untuk MBG sebaiknya direalokasi untuk memperbaiki sistem pendidikan di Indonesia. Dengan anggaran sekitar Rp71 triliun per tahun, PMKRI meminta agar pemerintah fokus pada pendidikan gratis berkualitas universal, termasuk perbaikan fasilitas sekolah, peningkatan kompetensi guru, penyediaan teknologi pembelajaran, dan beasiswa bagi siswa kurang mampu.

Data BPS 2024 menunjukkan tantangan besar dalam dunia pendidikan, dengan 23 persen keluarga kesulitan membiayai pendidikan anak dan peningkatan angka putus sekolah pasca-pandemi. PMKRI menegaskan bahwa investasi terbaik untuk masa depan anak-anak Indonesia adalah pendidikan yang membebaskan dan memberdayakan, bukan hanya pemberian makanan gratis.

Emanuel mengutip Paulo Freire, menegaskan bahwa pendidikan harus menjadi praktik pembebasan, bukan sekadar charity yang melumpuhkan. PMKRI mengimbau pemerintah untuk segera mengevaluasi program MBG dan mengalokasikan sumber daya secara lebih efektif demi masa depan generasi muda Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *